Pudarnya Tuah Kekuasan Menyekat Gelombang Aksi Mahasiswa! Keramat Kutukan "NTB Maling Mendunia"
Jiwa patriotik membela bangsa dan negara tertanam kuat direlung jiwa rakyat Indonesia. Namun pada lintasan kekuasaan bersama para oknum pejabat bawahan, semangat cinta tanah dianggap usang. Dalam benak pikiran mereka, nafsu merampok sebanyak banyaknya Kas Daerah (APBD), menari nari di ubun ubun. Cara membungkusnya, lewat program tipu tipu.
Pada Agustus 2025 lalu, Rakyat Bumi Gora gerah menyaksikan rentetan korupsi dilingkup Pemprov NTB. Mulai dari Korupsi Anggaran Pengadaan Masker Covid-19 melibatkan 6 Tersangka., Mencuatnya isu Korupsi Dana Siluman DPRD NTB., Pengalihan Anggaran BTT dan perampokan lainnya.
Kegeraman itu mencapai Puncak usai tewasnya Almarhum Pengendara Ojol online di Jakarta pada Kamis malam (28 Agustus). Memantik kemarahan massa dengan membakar gedung kantor DPRD NTB pada Sabtu siang (30 Agustus).
Penulis sengaja tidak turun meliput di lokasi saat Tragedi pembakaran Rumah Wakil Rakyat berlokasi di Jalan Udayana kota Mataram. Dalam bathin saat itu, cendrung berharap agar gejolak yang menerpa segera berakhir. Daerah kembali aman Kondusif, dan masyarakatnya beraktifitas normal.
Apa yang diharapkan, jauh dari kenyataan. Diskriminasi dan kedzaliman muncul dengan topeng penegakan aturan. Taktik kamumflase klasik dari gerombolan Maling elit yang tidak puas dengan gaji besar disertai guyuran dana insentif. Padahal Gaji gede dengan fasilitas diberikan negara atas posisinya sebagai pejabat berasal dari pajak rakyat.
Angkuh dan congkaknya mereka, hendak mau menyiangi Firaun Raja Mesir yang tewas tenggelam di Laut Mati. Para oknum pejabat tersebut memperkaya diri, salah satunya dengan manipulasi Jual Beli titik-titik Dapur disejumlah kabupaten yang ada di NTB. Memanfaatkan jabatan yang diemban sebagai Satgas MBG Provinsi NTB.
Oknum oknum Pejabat munafikun piawai beretorika di podium lewat naskah yang telah dikonsepkan. Untuk Menancapkan naluri propaganda dan intimidasi, menyebarkan secara masiv poster tulisan torehan prestasi pemerintah., Propaganda lewat tayangan vidio maupun iklan Baliho. Taktik cuci otak warga, dinamai "Operasi pengendalian pikiran alam bawah sadar".
Parade kekuatan (Defile of force) dipertontonkan secara fulgar oleh Pemprov NTB yang diwaliki gubernur Lalu Ikbal. Yakni mengangkat salah satu tersangka korupsi Masker an. Wirajaya Kusuma eks Karo Ekonomi sebagai Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Direksi Bank NTB Syariah. Keputusan menjadikan tersangka sebagai Ketua Pansel, menuai kritik dan ditentang oleh masyarakat serta anggota DPRD NTB. Namun tidak digubris oleh mantan Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk negara Turki.
Turki pernah dipimpin oleh presiden Mustafa Kamal Attaturk. Menurut literatur sejarah, akibat kedzaliman selama ia berkuasa, Jasadnya ditolak Bumi, hingga harus dicor beton.
"Bau busuk dari Bangkai Kamal Attaturk hingga Kiamat". (Bersambung)
#Jumat, 26 Juni 2026