Viral !!, Pelaku Amoral, Lolos Sebagai Bakal Calon Rektor UMMAT
Foto: daftar calon rektor Universitas Muhammadiyah Mataram.
Mataram — Proses pencalonan Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) mendapat sorotan setelah mencuat informasi pengumuman bakal calon, dari 6 nama yang di umumkan terdapat satu nama yang di nilai kontroversial oleh publik, nama HIJ muncul dalam pamflet pengumuman panitia pemilihan rektor UMMAT.
Informasi tersebut menjadi perhatian karena kandidat bersangkutan diduga pernah tersangkut persoalan amoral.
Kontroversi ini muncul di tengah berlangsungnya tahapan pemilihan Rektor UMMAT. Sejumlah pihak mempertanyakan bagaimana rekam jejak para kandidat menjadi bagian dari proses seleksi dan sejauh mana ketentuan organisasi Muhammadiyah diterapkan dalam menentukan kelayakan bakal calon.
Ketua Panitia Pemilihan Rektor UMMAT, Yudi Lestanata, memberikan penjelasan terkait persoalan tersebut. Menurut nya panitia telah melaksanakan proses sesuai dengan tahapan dan aturan yang berlaku.
"Kami bekerja normatif sesuai dengan data dan fakta yang kami temukan dalam proses penjaringan", kata Yudi Lestanata.
Yudi juga menjelaskan mengenai mekanisme yang digunakan panitia dalam melakukan verifikasi terhadap persyaratan para calon.
"Mekanisme yang kami lakukan sesuai dengan aturan Pddikti, bahwa terdapat 27 nama yang memenuhi syarat, dan kami telah mengirim surat konfirmasi pencalonan terhadap nama-nama tersebut, dan sampai batas yang kami tetapkan hanya 6 orang itu yang mengirimkan konfirmasi balik kaitan dengan kesiapan untuk menjadi bakal calon rektor UMMAT", jelas yudi.
Sementara kaitan dengan persoalan yang menjadi sorotan bakal calon yang dinilai kontroversi termasuk HIJ, Yudi menjelaskan telah mengirimkan surat konfirmasi ke pihak rektorat untuk meminta klarifikasi terkait riwayat semua bakal calon yang pernah diberikan sanksi, menurutnya pihak rektorat belum memberikan balasan terhadap permintaan tersebut.
" Kami telah mengirimkan surat permintaan untuk diberikan data oleh rektorat kaitan dosen yang pernah diberikan sanksi minimal sedang, untuk menjadi acuan kami melakukan proses verifikasi", lanjut Yudi.
Yudi memastikan posisi panitia tidak memiliki kepentingan apapun selain menjalankan proses verifikasi bakal calon rektor dengan benar dan sesuai aturan.
" Jika ada bakal calon yang kami lihat tidak sesuai dengan aturan, maka kami berhak untuk mencoret nama tersebut, karena kami juga tidak boleh mengambil keputusan sendiri berdasarkan desakan publik, saya pastikan posisi panitia netral", tutupnya.
Proses penjaringan bakal calon sendiri telah berjalan, nantinya nama-nama tersebut akan di verikasi pada tanggal 3, dan proses perbaikan berkas nya pada tanggal 4. (Sumber: TOPSIAR.COM).