Orbit NTB - Lugas, Tegas dan Akurat
Ekonomi

Kepala BRIDA NTB: Pentingnya Pengembangan Usaha Berdasarkan Kebutuhan Nyata Pelaku UMKM

Oleh Redaksi 21 Oct 2026 02:17 WITA 2 menit baca 28 dibaca
Kepala BRIDA NTB: Pentingnya Pengembangan Usaha Berdasarkan Kebutuhan Nyata Pelaku UMKM - Ekonomi | Orbit NTB

Foto: Kepala BRIDA NTB I Gede Putu Aryadi tengah memimpin rapat

Lombok Barat,_ Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyelenggarakan Mentoring Tenant Ke-3 Tahun 2026 dengan materi pengemasan produk (packaging) dan pemasaran digital (digital marketing) di Ruang Rapat BRIDA NTB, Rabu kemarin. Kegiatan ini menjadi bagian dari pendampingan berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan usaha dan daya saing produk tenant binaan.

Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh pengetahuan praktis mengenai pengembangan kemasan, pelabelan, penguatan merek (branding), serta pemanfaatan platform digital untuk memperluas pemasaran. Materi disampaikan oleh narasumber dari UPTD Balai Kemasan, Promosi dan Pemasaran Produk Daerah (BKP3D) Provinsi NTB serta PLUT NTB, Pusat Layanan Usaha Terpadu Nusa Tenggara Barat.

Dalam arahannya, Kepala BRIDA NTB, I Gede Putu Aryadi, menekankan pentingnya pengembangan usaha berdasarkan kebutuhan nyata pelaku UMKM. Ia menjelaskan bahwa pendampingan tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga pada penerapan hasil pembelajaran di lapangan. Kebutuhan teknologi, peralatan produksi, dan pengolahan produk perlu dipetakan agar dukungan pemerintah tepat guna dan memberikan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Narasumber dari BKP3D NTB menjelaskan bahwa kemasan berperan sebagai pelindung produk, sumber informasi bagi konsumen, sekaligus identitas yang memengaruhi daya tarik dan nilai jual. Pelaku usaha juga perlu memperhatikan komposisi, berat bersih, kode produksi, tanggal kedaluwarsa, serta persyaratan perizinan sesuai jenis produk. Konsultasi dan pendampingan kemasan turut menjadi bagian dari upaya mempersiapkan produk agar dapat dipasarkan secara lebih luas.

Sementara itu, narasumber dari PLUT NTB membahas strategi pemasaran digital melalui media sosial, lokapasar (marketplace), dan WhatsApp Business. Peserta mempelajari cara menentukan target pelanggan, mengenali keunggulan produk, membuat konten foto dan video, serta menyusun jadwal promosi secara konsisten. Pemanfaatan fitur katalog dan pengelolaan pelanggan juga diperkenalkan untuk mempermudah komunikasi serta pemesanan.

Kegiatan diikuti Koordinator Tim Pokja Riset Bidang Inovasi, Hilirisasi dan Kemitraan, dan perwakilan tenant binaan BRIDA NTB, antara lain Warung Uli Laros, Coffee Zone, Lapak Bunda Dobel, Bungan Tulip, Mie Ayam dan Es Teh Mantap Djoglo, Bakso Cilok Sempol Teras Udayana, Pangling Mataram, Istiqomah, Moya Citra Rasa Autentik, serta pelaku usaha lainnya hingga Koperasi Produsen Agro Wisata.

Melalui mentoring ini, BRIDA NTB akan menghimpun kebutuhan dan perkembangan usaha tenant sebagai bahan evaluasi serta penyusunan program pendampingan tahun 2027. Hasil evaluasi tersebut diharapkan menjadi dasar pengembangan program yang lebih sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha, sehingga produk UMKM mampu meningkatkan kualitas, memperluas pasar, dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah. (Sumber: BRIDA NTB) 


Komentar Pembaca 0

💬

Belum ada komentar. Jadilah pembaca pertama yang meninggalkan tanggapan!

Bagikan Tanggapanmu