Orbit NTB - Lugas, Tegas dan Akurat
Olahraga

Atlet Tenis Loteng Optimis Hadapi Porprov NTB di Tengah Keterbatasan Anggaran

Oleh Admin 04 Jun 2026 00:32 WITA 3 menit baca 2 dibaca
Atlet Tenis Loteng Optimis Hadapi Porprov NTB di Tengah Keterbatasan Anggaran — Olahraga | Orbit NTB

Persiapan Atlet Tennis Lombok Tengah untuk Porprov 2026 di Pelti. Foto: Caca

Lombok Tengah – Keterbatasan anggaran pembinaan tidak menyurutkan semangat atlet tenis lapangan Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026. Di tengah minimnya dukungan dana, para atlet tetap menjalani latihan intensif dan membidik prestasi terbaik untuk daerah. Pelatih tenis lapangan Lombok Tengah, Husni Thamrin mengungkapkan, cabang olahraga (cabor) tenis menerima dana pembinaan jauh lebih kecil daripada beberapa tahun lalu. Kondisi itu membuat atlet dan pengurus kerap harus mengeluarkan biaya pribadi ketika mengikuti berbagai kejuaraan. “Untuk Kabupaten Lombok Tengah saja per tahun Rp5 juta. Apa yang bisa kita perbuat dengan uang Rp5 juta? Kalau tidak punya tekad dan kemauan yang kuat, mungkin tidak bisa jalan,” kata Husni kepada NTBSatu, Selasa 2 Juni 2026. Menurutnya, sebelum pandemi Covid-19, cabor tenis bisa menerima dana pembinaan mencapai sekitar Rp20 juta per tahun. Namun tahun ini anggaran tersebut menurun cukup signifikan. “Kalau dulu sebelum Covid tahun 2017-2018 sekitar Rp20 juta. Sekarang tinggal Rp5 juta,” ujarnya. Meski demikian, Husni menegaskan keterbatasan anggaran tidak membuat para atlet kehilangan motivasi. Ia bersama pengurus dan atlet tetap berupaya menjaga pembinaan agar berjalan secara berkelanjutan. “Karena saya hobi dan sudah menyatu dengan tenis, jadi tetap datang melatih. Yang penting semangat untuk memajukan tenis di Lombok Tengah tetap ada,” katanya. Fokus Persiapan Porprov Saat ini, tim tenis Lombok Tengah tengah mempersiapkan delapan. Rinciannya, empat putra dan empat putri untuk menghadapi Porprov NTB 2026. Persiapan sudah sejak dua bulan terakhir dengan fokus pada peningkatan kondisi fisik, teknik, dan strategi permainan. Dari sisi target, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lombok Tengah membebankan dua medali emas kepada cabang olahraga tenis, yakni dari nomor beregu putra dan ganda putra. “Kalau melihat peta kekuatan di NTB, peluang itu ada. Bahkan di beberapa nomor perorangan juga masih terbuka kesempatan meraih medali,” ujar Husni. Optimis Beerikan Hasil Terbaik Salah satu atlet tenis Lombok Tengah, Muhammad Yushfi Fajri, mengaku optimistis mampu memberikan hasil terbaik pada Porprov tahun ini. Atlet yang akan turun di nomor tunggal kelompok umur 18 tahun dan beregu putra tersebut menargetkan medali emas. “Targetnya emas untuk single kelompok umur saya dan emas juga untuk beregu. Lawan yang paling berat menurut saya dari Kota Mataram dan Lombok Timur,” katanya. Meski persiapan sempat terkendala jadwal sekolah dan ujian, Yushfi memastikan seluruh atlet tetap berkomitmen menjalani program latihan yang telah disusun pelatih. “Kendalanya paling waktu latihan karena masih ada ujian, belajar dan les. Tapi sejauh ini latihan berjalan baik,” ujarnya. Husni berharap, pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap pembinaan olahraga, khususnya tenis lapangan. Menurutnya, dukungan anggaran yang memadai akan membuka lebih banyak kesempatan bagi atlet untuk mengikuti kompetisi dan meningkatkan jam terbang. “Harapan kami atlet-atlet muda ini terus dibina dan lebih banyak diikutkan kompetisi. Karena pengalaman bertanding sangat penting untuk meningkatkan prestasi,” tutupnya. (*) Source: NTBSatu

Komentar Pembaca 0

💬

Belum ada komentar. Jadilah pembaca pertama yang meninggalkan tanggapan!

Bagikan Tanggapanmu